Thursday, April 24, 2014

Buah Hati Bunda Tak Kunjung Bicara?

July 13, 2011 by  
Filed under Bunda Ceria - Baby Talk

Tahukah Anda, otak sejak semula dirancang untuk belajar bicara – karena bicara memang naluri manusia.  Tapi selain itu, ada begitu banyak, cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengembangkan kemampuan bicaranya.  Salah satu cara sederhananya, yaitu dengan cara mengajaknya bermain, mulai dari main cilukba sampai permainan-permainan lain untuk mengembangkan imajinasinya ketika ia sudah lebih besar.  Kegiatan sehari-hari mandi, berbelanja, dan berjalan-jalan ketaman juga bisa menjadi topik sarana belajar.  Kegiatan itu bisa Anda komentari, dan semuanya akan memperkaya bahasa.

Membacakan cerita jaga bagus, tapi bagi anak yang masih sangat kecil mungkin terlalu sulit lebih baik Anda mengomentari gambar-gambar.  Lagu anak-anak juga menyenangkan, dan lagu kegiatan seperti”Kepala, Pundak, Lutut, Kaki”akan memperkaya perbendaharaan kata anak.  Dan, tahukah Anda, batita Anda bisa belajar lebih banyak lewat kegiatan bicara dan bermain ketimbang program TV yang manapun-jadi, jangan minder dulu dengan kemampuan Anda mengajarkan si kecil.

Belajar bicara merupakan salah satu tahap tumbuh kembang terpenting bagi si kecil dan juga merupakan sumber kecemasan besar bagi orang tua yang anaknya terlambat bicara.  ”Saya sangat cemas akan Mikael.  Walaupun sudah mau masuk TK, tapi bicaranya susah dimengerti, ”kata Linda Arimurti, 32, dari Jakarta, ibu dari Mikael, 4, dan Boby, 2.

Bila Anda merasa khawatir, Anda dapat meminta bantuan pada terapis bicara atau mengunjungi situs Association of Speech and Language Therapist in Independent Practice di:www.  helpwithtalking.

“Anak saya masih belum bisa bicara.  ”

Saat Via hampir berusia 3 tahun, ia sebenarnya sudah dapat memahami orang bicara.  Walaupun sedikit-sedikit, tapi bicaranya sendiri masih sangat sulit dimengerti, ”cerita Sari Diandra, 35, dari Tangerang, ibu dari Olivia, 3, dan Maya, 8.  ”Saya selalu mengajaknya ke terapis bicara dan mengikuti serangkaian sesi terapi.  Setelah sekitar 8 minggu ia mulai dapat menyebutkan nama-nama benda dengan lebih konsisten dan sudah bisa merangkai kalimat dari dua kata.  Memang ia masih membutuhkan terapi, tapi ia sudah banyak mendapatkan kemajuan!”

Tak dapat dipungkiri, setiap ibu tentu akan merasa cemas bila buah hatinya tampak tertinggal dari teman-temannya.  Padahal sebenarnya, setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda dalam segala hal, mulai dai kemampuan buang air sendiri(potty training)hingga naik sepeda.  Tenang saja, ”gangguan-gangguan”kecil itu seringkali dapat teratasi dengan sendirinya ketika anak telah mulai masuk sekolah.

Bagaimana melatih anak bicara:

*Matikan televisi atau radio saat Anda tengah bermain bersamanya.

*Bicaralah dengan perlahan dan jelas sambil menatap langsung ke matanya.

*Gunakan kalimat-kalimat sederhana, berikan penekanan pada kata-kata kunci.

*Gunakan gerakan dan kata-kata untuk memebantunya memahami kalimat.

*Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang memancing jawaban lebih dari satu kata, seperti, ”Apa yang membuat kamu senang mandi?”ketimbang pertanyaan “Apakah kamu suka mandi?”

*Beri ia waktu untuk merespon – ia mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan proses berpikirnya.

Membuat Dia Bicara

SELAIN DUKUNGAN DAN PUJIAN, INILAH BEBERAPA CARA AMPUH UNTUK MEMBANTUNYA CEPAT BICARA:

Bicaralah bergiliran.  Setelah Anda bicara, tunggu responnya.  Apakah ia tertawa, menatap Anda penuh makna, atau menjawab.  Semua itu oke.

Izinkan dia bertindak lebih dulu dari Anda.  Misalnya ia mau memakai buku sebagai topi, manfaatkan sebagai topik pembicaraan.

Cari kata-kata yang mudah dipahaminya.  ”Beban”bahasa yang sulit bisa-bisa membuatnya malas bicara.

Ajak ia bicara sambil menyamakan tinggi tubuh Anda dengannya.  Misalnya berjongkok atau duduk di lantai.

Repetisi.  Mengulang apa yang dikatakannya, atau apa yang ia coba katakan, akan memperjelas makna bagi Anda maupun si kecil.

Apasih yang dia katakan?Jangan terlalu dipusingkan, yang penting Anda mengerti.  Kata-kata potongan, atau cadel, tetap merupakan kata-kata.  Misalnya guk-guk untuk anjing, oti untuk roti.

“Tak ada yang memahami kata-katanya.  ”

“Kata-kata Laura sulit dipahami, ”cerita Amelia, 40, dari Bandung, ibu dari Laura, 6, dan Amadeo, 8.  ”Namun setelah gangguan bicaranya di diagnosa, ia ditangani oleh terapis.  Kemampuan bicaranya pun membaik, dan ia juga bertambah pede.  ”

Ada banyak alasan mengapa kata-kata seorang anak sulit dipahami, seperti:usia yang belum matang, gangguan seperti dyspraxia,   pendengaran yang kurang(termasuk telinga yang lengket), atau ketimpangan saraf seperti cerebal palsy.  Kebanyakan anak membuat kesalahan kecil dalam bicara seperti bunyi “k” menyerupai “t”, sehingga kata “kucing” diucapkan “tucing”.  Anak-anak cenderung mengatasi kesulitan ini pada usia 5 tahun, meskipun cadel(saat bunyi “s” menjadi “th”)mungkin bertahan lebih lama.  Bila orang lain berkata bahwa bicara anak Anda sulit dimengerti, petimbangkan untuk si kecil ke terapis bicara.

Yang harus dilakukan bila anak Anda mogok bicara

*Bicaralah perlahan dengan jelas-biarkan ia memperhatikan cara Anda menghasilkan suara-suara.

*Ulangi kata-kata kunci dengan benar.  Bila ia mengucapkan”Ku au ola, ”Anda dapat memperbaiki kata-katanya dengan mengucapkan , ”Kamu mau bola?”

*Jangan memintanya untuk memperbaiki sebuah kata kecuali Anda yakin ia dapat mengucapkan semua bunyi.

*Mainkan permainan seperti’tebak-tebakan’(fokuskan pada bunyi huruf)dan nyanyikan lagu anak-anak bersama-sama.

“Bicaranya gagap.  ”

“Janis mulai bicara gagap tanpa alasan yang jelas ketika ia berusia 3 tahun, ”cerita Mirsa, 28, ibu dari Janis, 3.  ”Untunglah kemudian ia ikut terapi Lidcombe, yang mengajarkan anak-anak mengucapkan kata-kata dengan benar melalui pujian dan latihan.  Bicara Janis sekarang sudah lumayan lancar, dan kami juga sudah tahu apa yang harus kami lakukan bila ia tiba-tiba gagap lagi.  ”

Kegagapan biasanya mulai terjadi antara usia 2 dan 5 tahun, ada yang berlangsung sementara, namun ada juga yang berlanjut hingga usia dewasa.  Sayangnya, tak ada cara untuk mengetahui siapa yang berpeluang mengalami gangguan ini secara menetap, namun banyak ysng bisa sembuh setelah menjalani terapi.

Yang harus dilakukan bila anak gagp:

*Pahami betapa frustasinya dia karena gagap.

*Sisihkan waktu lima menit sehari untuk memberikan perhatian penuh untuknya.

*Berikan anak pujian saat ia bicara dengan lancar.

*Kunjungi website British StammeringAssociation(www.  stammering.  org;020 8983 1003)dan Michael Palin Centre(www.  stammeringcentre.  org).

“Ia menolak bicara.  ”

“Rosi mengalami masa transisi yang sulit saat masuk kelompok bermain, ”cerita Melani, 30, dari Bogor dan ibu dari Rosi, 3.  ”Setelah sekitar enam bulan sekolah, gurunya menyampaikan pada saya kalau Rosi tidak mengucapkan kata apa pun sejak ia mulai bersekolah disitu.  Saya pun berkonsultasi dengan seorang terapis bicara dan bahasa, dan untuk pertama kalinya saya mendengar istilah “selective mutism”.  Terapis itu sangat membesarkan hati saya, dan Rosi kini mengalami perkembangan berarti.  ”

Kondisi tidak mau bicara bisa merupakan gejala selective mutism.  Anak Anda mungkin kelihatannya keras kepala, namun bisa saja bicara membuat ia stres, dan paksaan untuk bicara semakin menambah kecemasannya.  Anak-anak bisa saja bicara dengan bebas dirumah, tapi jadi”bisu”di luar rumah.  Bila anak Anda dapat berbicara dengan leluasa dalam satu situasi tapi tiba-tiba ia menjadi lebih pendiam(atau tampak sangat enggan)pada situasi lain, bicarakan kondisi ini pada terapis bicara atau psikolog.

Yang harus dilakukan bila anak Anda mogok bicara

*Biarkan anak tahu bahwa kadang-kadang, bicara memang sangat sulit.  Yakinkan dia bahwa kondisi sulit itu tidak akan berlangsung selamanya.

*Singkirkan semua tekanan untuk bicara bila ia merasa sulit melakukannya-jangan memaksanya untuk menyapa orang dewasa yang tidak dikenalnya.

*Kunjungi situs grup nasional SMIRA (http://groups.  yahoo.  com/group/smiratalk/join)untuk mencari bantuan

Tags: , , , ,

Comments are closed.